Sunday, 28 July 2013

Harimau Pha Luang Ta Bua

Wat Pha Luang Ta Bua adalah kuil Buddhis Theravada di Thailand sebelah barat yang didirikan tahun 1994 sebagai kuil hutan dan tempat perlindungan untuk hewan-hewan liar. Kuil ini terletak di distrik Saiyok dari provinsi Kanchanaburi, Thailand, tidak jauh dari perbatasan dengan Myanmar, beberapa 38 km (24 mil) barat laut Kanchanaburi sepanjang jalan raya

Kuil Buddhis ini terkenal karena keindahannya yang luar biasa dan itu tentu saja merupakan perjalanan yang sangat baik bagi wisatawan. Kuil ini dikenal sebagai kuil goa harimau karena ketika awal didirikan kuil ini oleh Biksu Ajahn Jumnien itu terdapat sejumlah harimau tinggal di dalam goa yang kini menjadi bagian sentral dari kuil ini. Selain harimau, terdapat juga jenis hewan-hewan lain seperti panda, rusa, ayam, dan lain-lain.


Pada tahun 1999, kuil menerima harimau pertama, yang telah ditemukan oleh penduduk desa, tapi akhirnya meninggal. Kemudian, beberapa anak harimau diberikan ke kuil dari waktu ke waktu, biasanya ketika induknya telah dibunuh oleh pemburu atau orang lain yang ingin menyingkirkannya. Pada 2007, lebih dari 21 anak panda telah lahir di kuil, dan jumlah harimau adalah sekitar 12 harimau dewasa dan 4 anaknya. Pada akhir Maret 2011, jumlah harimau yang hidup di kuil telah meningkat menjadi hampir 90 ekor. Harimau-harimau tersebut tampak sangat akrab dan seperti memiliki hubungan spiritual dengan para biksu di sana. Harimau-harimau tersebut dijinakkan dengan cara diberikan daging yang dimasak untuk menghindari mereka merasakan rasa darah. Para staf tetap memantau harimau-harimau tersebut, sedangkan para biksu dapat mengontrol keadaan jika harimau-harimau tersebut memberontak. Harimau-harimau tersebut diperlakukan layaknya anggota keluarga. Pengunjung diminta untuk memberikan donasi jika mereka ingin berfoto dengan harimau-harimau tersebut. Donasi tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menutupi biaya makan hewan-hewan tersebut.


Keunikan lain dari kuil ini antara lain sebuah kaki bukit yang luas dengan hutan mengelilinginya yang dapat Anda daki sampai ke puncak. Sesampainya Anda di puncak bukit, Anda dihadiahi pemandangan yang luar biasa dan bertemu wisatawan dari seluruh dunia.

Sekedar informasi, Animal Planet bahkan pernah mendokumentasikan kuil ini dalam sebuah film dokumenter yang berjudul The Temple of The Tiger pada tahun 2004. Klik di sini untuk mengunduh film dokumenter tersebut.

PONY merupakan seekor Orang Utan betina yang dilacurkan,


PONY merupakan seekor Orang Utan betina yang telah dijumpai di perkampungan pelacur di Kepulauan Borneo, Indonesia. Ketika dijumpai, seluruh tubuh Pony telah dicukur dan terdapat kesan gigitan nyamuk yang banyak pada badannya.

Pony telah ditangkap dan dicukur bagi membuatkan ia lebih cantik dan dilanggan oleh lelaki yang mengunjungi perkampungan tersebut.
Apabila lelaki mendekatinya, Pony akan membelakangkan pelanggannya dan membuat aksi seolah-olah sedang melakukan seks. Pony dipercayai telah ditangkap sejak kecik dan telah dilacurkan oleh seorang yang dikenali sebagai Madam.

Ketika pihak Orangutan Survival Foundation mendapat tahu akan perkara ini, penduduk kampung berkenaan telah menghalang daripada Pony diselamatkan kerana Pony merupakan salah satu sumber pendapatan penduduk kampung tersebut.

Selama setahun pihak Orangutan Survival Foundation cuba untuk menyelamatkan Pony tetapi gagal kerana setiap kali pihaknya datang ke kampung tersebut, Madam dan penduduk kampung tersebut akan bersedia dengan sumpit beracun dan mengugut untuk menyerang sesiapa sahaja yang mendekati Pony.

Tidak berputus asa, pihak Orangutan Survival Foundation berjaya mengumpul dana dan membawa 35 anggota polis yang lengkap bersenjatakan AK-47 dan memaksa pihak Madam menyerahkan Pony. Akhirnya Pony berjaya diselamatkan dan dirawat di kawasan hutan simpan.

Saturday, 6 July 2013

Tempat Ibadah Unik yang Penuh Tengkorak



Konon, ada seseorang punya kekuatan magis sangat tinggi. Ia mengutuk banyak wanita dan anak-anak hingga mati. Anehnya, mayat-mayat tersebut menolak untuk dimakamkan di pekuburan lokal. Hingga akhirnya diletakkan di kapel tengkorak ini dan bersemayam di tempat tersebut hingga kini.

Mungkin kisah di atas hanya sakibul hikayat atau folklor setempat, karena tak ada yang tahu peristiwa sesungguhnya, yang jelas banyak tengkorak wanita dan anak-anak bergelantungan di kapel yang disebut: Capela dos Ossos - yang berarti: Kapel Tengkorak!
Capella dos Ossos berlokasi di Evora, Portugal. Sebuah kapel yang sudah ada sejak abad ke-16. Tempat ibadah ini menjadi unik bin aneh karena semua dinding berhiaskan tengkorak dan rangka manusia.

Bagaimana ini bisa terjadi? Menurut riwayat, di abad 16 terdapat 43 buah pemakaman di Evora. Ketika ada keputusan untuk mehancurkan beberapa pemakaman, 5000 tengkorak biarawan dipindahkan ke Kapel dos Ossos.
Entah bagaimana, timbul ide dari para biarawan di Kapel dos Ossos untuk menjadikan 5000 tengkorak tadi menjadi bagian dari dekorasi interior di kapel tersebut. Maksudnya sih agar menjadi tempat untuk menyepi, agar orang yang datang menyadari suatu saat kita pasti mati sehingga jangan terlalu sibuk dengan gemerlap duniawi.

Buktinya, di pintu masuk kapel tergantung tulisan "Nos ossos que aqui estamos, pelos vossos esperamos," yang artinya kira-kira "Tengkorak kami (sudah) ada di sini, (dan) tengkorakmu yang kami nantikan" menjadi pengingat semua orang suatu saat akan mati.
 
gereja di Cekoslowakia yang juga interiornya berhiaskan tengkorak
 

Selain di Portugal, ada lagi sebuah gereja di Cekoslowakia yang juga interiornya berhiaskan tengkorak, yaitu Sedlec Ossuary (Kostnice Sedlec). Di tempat ini jumlah tengkoraknya lebih banyak, antara 40.000 - 70.000 tengkorak.

Gereja ini didekorasi di tahun 1870 oleh keluarga Schwarzenberg. Keluarga ini sungguh berniat menghias gereja dengan tengkorak, karena seorang perajin disewa agar hasilnya memuaskan.
Lihat foto-foto di bawah, tengkorak-tengkorak disusun rapih menjadi hiasan bernilai seni. Walau mungkin ada di antara kita yang tetap merinding karena dikelilingi ribuan tengkorak... entah.