Di Cina, orang lebih mengenal
gurun ini sebagai “Moguicheng” atau kota iblis, terletak di Xinjiang, Cina. Di
sana ada semacam benteng atau kota. kita melintasi gurun menuju kota, angin
sepoi sepoi berhembus diiringi bunyi-bunyian seperti suara musik yang datang
dari kejauhan. Bunyi-bunyian bernada ini bukan seperti suara desiran angin yang
kadang bersiul-siul, tapi memiliki nada seperti sebuah lagu. Orang orang yang
melintasi gurun ini sepakat seolah mendengar nada dari kejauahan. Melodi itu
seperti tercipta dari getaran 10 juta bel, tapi kadang-kadang orang dapat
merasakan musik seperti menjentikkan lembut dari 10 juta gitar ’string.
Namun, ketika badai datang,
pasir- pasir yang diterbangkan oleh angin kencang, langit gelap gelita, situasi
tiba-tiba berubah seperti neraka. Musik-musik indah berganti dengan suara suara
aneh yang mengerikan. Mirip suara auman dari harimau, terompet dari gajah, dan
suara lengkingan babi yang sedang disembelih, rengekan bayi menangis dan jeritan
dari para wanita yang akan mati. Suara-suara mengerikan ini terus menerus secara
bergantian sehingga membuat suasana makin menyeramkan.
Badai kemudian berputar-putar
agresif dengan diserta guruh. di langit disertai suara menggeram ketakutan
serigala di malam hari berawan. Entah bagaimana perasaan orang-orang yang
membangun kota ini dulunya, dari manakah suara suara itu berasal belum ada yang
boleh menjelaskan sehingga sekarang.





No comments:
Post a Comment